Linux Jadi Mudah dengan AppImage

7/18/2020

Bila kita ingin menambah aplikasi di windows maka, anda cukup mendownload installer aplikasi itu dengan file extensi .exe, atau .msi. Tapi windows memang tidak seperti sistem operasi linux  yang memiliki banyak varian. Masing-masing varian linux memiliki cara menambah aplikasi baru yang berbeda. Tentu anda sudah tahu bahwa bila ingin menambah aplikasi untuk ubuntu dan turunan debian umumnya menggunakan paket .deb. Berbeda dengan open suse, redhat dan lainnya yang menggunakan extensi berbeda-beda seperti bin,rpm,sh,tar dan lainnya.

Bila anda adalah seorang pengembang (Software Developer) tentu ribet sekali bila ingin aplikasi anda dapat digunakan pada semua varian. Anda harus menyiapkan installer dengan berbagai extensi. Untungnya, saat ini ada extensi .AppImage. Pertanyaanya apa itu dan bagaimana caranya mengistall aplikasi dalam format tersebut di linux?

Kenalan dengan AppImage

AppImage merupakan extensi yang membantu aplikasi bisa diinstall pada semua jenis varian sistem operasi Linux. Sehingga pengembang tidak perlu lagi repot-repot membuat aplikasi dalam extensi berbeda-beda menyesuaikan jenis varian linux. Anda cukup membuat aplikasi anda tersedia dalam extensi .AppImage maka semua varian Linux bisa mengeksekusinya.

Mungkin saat ini dalam otak anda sudah bilang "Ooh begitu!". Eitz tunggu dulu kelebihan .AppImage tidak cukup disitu saja ada beberapa kelebihan lain yang bisa mendorong anda untuk segera membuat aplikasi anda dalam extensi ini. 

Kelebihan AppImage 

a. Tidak Harus Diinstall

Sebagaimana file exe di Windows, tidak semua aplikasi harus diinstall atau disebut (portable). Nah aplikasi dengan extensi. AppImage bisa langsung diexsekusi tanpa perlu melewati proses installasi.

b. Mudah di Gunakan

Bila anda pengguna linux tentu tahu kalau proses installasi suatu aplikasi mesti melewati command line ataupun lewat package manager. Misalkan anda ingin menginstall inkscape maka anda perlu buka terminal terus mengetikkan perintah

sudo apt install inkscape

Maka tidak heran banyak orang yang merasa ribet. Tapi masalah itu tidak terjadi dengan extensi AppImage. Anda hanya perlu melakukan langkah berikut:
  1. Klik kanan pada aplikasi *.AppImage > Properties > Permission aktifkan centang pada allow executing kemudian close.
  2. Klik dua kali pada file aplikasi itu lagi
  3. Proses sudah berjalan
ilustrasi mengubah AppImage menjadi execute

Tapi bila anda masih suka mengetik di terminal juga bisa yaitu dengan perintah seperti:
$ chmod a+x inkscape.AppImage
kemudian disusul
$./inkscape.AppImage

c. Bebas Syarat

Bila ada yang berpendapat lho kalau gak perlu diinstall kan cukup pakai java. Tapi argumen tersebut bisa dipatahkan dengan java kan butuh JRE untuk running maka perlu mengistall dulu JRE. Begitu juga ada yang bilang sama dengan Snappy, Flatpax ataupun Alldeb. Semua program tersebut masih butuh mengistall paket program tertentu baru bisa menjalankan program yang anda butuhkan.

Sedangkan pada AppImage anda tidak perlu menginstall aplikasi lain agar bisa berjalan. Cukup dengan sebuah aplikasi dengan ekstensi .AppImage maka anda sudah dapat menjalankan aplikasi yang anda butuhkan. Bahkan hebatnya lagi anda tidak perlu mengubah hak akses menjadi root. Sehingga dengan extensi ini anda tidak perlu repot lagi.


Cara membuat .AppImage

Ada beberapa pilihan cara membuat .AppImage diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Konversi paket biner yang ada, atau
  2. Bundel build Travis CI Anda sebagai AppImages, atau
  3. Jalankan linuxdeployqt pada aplikasi Qt Anda, atau
  4. Gunakan pembangun elektron, atau
  5. Tulis milikmu sendiri
Keterangan lebih lanjut dapat anda baca melalui link berikut
logoblog
Selanjutnya

Menampilkan Informasi Detil di Linux File Manager (Nemo)

6/22/2020

Setiap sistem operasi tentunya menyediakan aplikasi file manager. Aplikasi file manager akan mempermudah pengguna sistem operasi dalam mengelola file. Untuk Sistem Operasi Windows kita tentu sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Windows exploler. Yaitu aplikasi bawaan Windows untuk mengelola administrasi file.


Fungsi File Manager

Dengan aplikasi file manager, pengguna sistem operasi dapat:
  • Menampilkan Drive penyimpanan beserta informasi penting didalamnya
  • Mengumpulkan file dalam kumpulan yang sering kita kenal dengan istilah direktori atau folder
  • Membuat susunan direktori folder yang terdapat di dalam sebuah  jaringan ke sebuah drive lokal dan memutuskan pemetaan tersebut.
  • Membuat, memindahkan, menyalin, membuka, menyunting, atau menghapus file dan folder di dalam komputer.
  • Mencari file dengan menggunakan perintah pencarian tertentu
  • Melihat informasi detil (properties) atau metadata file
  • Bahkan pengguna juga bisa memformat, melakukan kompress dan lain sebagainya dengan memanfaatkan file manager

Di Linux ada banyak pilihan aplikasi file manager, mungkin belum banyak yang familiar. Tetapi ada beberapa file manager yang seringkali diikut sertakan dalam distro linux. Diantaranya adalah Nautilus dan Nemo. 

Bila anda belum memiliki Nautilus anda bisa menginstallnya dengan cara berikut:
sudo apt-get update    
sudo apt-get install nautilus

Atau bila anda ingin menginstall Nemo anda bisa mengunduhnya dengan perintah:
sudo apt-get update    
sudo apt-get install nemo

Pada artikel ini, kami tidak membahas kelebihan ataupun kekurangan dari masing-masing file manager di Linux. Tetapi kali ini kami fokus dengan masalah cara menampilkan informasi detil di Nemo. 

Setelah Nemo diinstall di Linux, ternyata ada informasi yang terkadang tidak ditampilkan dengan baik. Seperti yang saya temukan yaitu informasi yang berhubungan dengan tanggal. Misalkan seperti date modified ataupun date accessed. Padahal informasi tanggal sangat penting untuk mengetahui file mana yang telah dibuat lebih dahulu ataupun file mana yang dibuat lebih baru.
Informasi Date Modified Nemo
Tanggal pada Date Modified tidak tampil (unknown)

Cara Menampilkan Informasi Detil (tanggal) di Nemo

Untuk memecahkan masalah tersebut anda bisa mengaktifkan informasi yang berupa tanggal melalui cara berikut:
  1. Silahkan  buka nemo
  2. Buka Menu Edit> Preference
  3. Buka tab Behaviour
  4. Ubah bagian Date > format menjadi Yesterday
    Cara menampilkan informasi Tanggal di Nemo
  5. Tutup jendela preference maka informasi tanggal sudah bisa tampil

Tanggal di Nemo sudah tampil
Date Modified sudah tampil

Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat.
logoblog
Selanjutnya

Cara Gonta-Ganti Kernel dengan Mudah

6/12/2020

Linux memiliki perangkat lunak utama dan orisinil yang dibuat oleh komunitas linux. Perangkat lunak orisinil ini disebut dengan Kernel. Saat ini Linux memiliki banyak komponen yang dibuat secara bersama oleh pengembang lain. 

Kernel memiliki tugas sebagai bagian utama yang melayani berbagai macam program aplikasi untuk mengakses fungsi dan fitur perangkat keras. Oleh sebab itu kernel selalu di update agar dapat menyesuaikan perkembangan hardware terbaru. 

Eh tapi jangan asal update kernel ya!!! Tahu kenapa? Tenang penjelasannya dibawah.

Cara Update Kernel dengan mudah

Bila anda pengguna linux yang tidak suka ribet dengan mengetikkan baris perintah melalui terminal. Maka anda cocok sekali dengan artikel ini. Anda dapat mengetahui kernel terbaru dengan mengupdate sesuai keinginan anda melalui Upate Manager.
Start > System > update manager
Cara Update Kernel dengan mudah

Setelah anda melihat tampilan update manager anda dapat mengakses opsi kernel di menu:
view > linux kernel
Cara Update Kernel dengan mudah

Anda akan melihat list kernel yang dapat anda pilih kemudian install. Untuk memilih kernel sebaiknya anda membaca informasi kompatibilitas kernel dengan distro yang anda gunakan.
Cara Update Kernel dengan mudah

Bila sudah anda install maka kernel yang dibaca adalah otomatis kernel paling baru walaupun anda juga bisa memilihnya ketika booting melalui grub.
Cara Update Kernel dengan mudah

Nah anda sekarang sudah tahu cara menginstall Kernel dengan mudah. Tidak perlu lagi menggunakan terminal bagi yang tidak suka mengetik kode perintah. Anda tinggal melakukan klak-klik seperti yang telah dijelaskan.

Apa akibatnya update Kernel sembarangan?

Kernel dikembangkan seringkali lebih maju dibandingkan distronya. Oleh sebab itu jangan heran apabila anda yang tidak update distro ketika melihat list kernel terbaru ketinggalan sangat jauh. Bahkah, walaupun sudah update distro terbaru masih ada saja kernel yang lebih baru lagi. 

Bila anda asal mengupdate kernel bisa berakibat distro anda tidak berjalan sesuai dengan kernel, tentu saja fungsi hardware anda akan terganggu. Seringkali fungsi LAN atau jaringan akan terimbas belum lagi tampilan grafis yang tidak dapat mendeteksi kartu grafis sehingga resolusi layar menjadi tidak sesuai. 

Masalahnya sudah kadung ganti kernel baru, ternyata jadi masalah. Trus bagaimana? Tenang anda bisa kembali ke kernel lama.

Cara kembali ke Kernel lama yang lebih stabil

Ketika kita update kernel terbaru, tidak jarang terjadi masalah. Yang terjadi bukan lebih canggih, tetapi malah hardware anda tidak bekerja dengan baik. Maka dari itu anda bisa kembali menggunakan kernel lama. Caranya adalah seperti berikut:
  1. Silahkan Booting kembali dan pilih Advance options for Ubuntu
    Cara kembali ke Kernel lama
  2. Silahkan pilih Kernel yang tersedia, pilih kernel yang lama
    Cara kembali ke Kernel lama
  3. Setelah sudah masuk silahkan kembali ke Update Manager diatas dan kemudian masuk ke menu kernel dan hapus kernel yang tidak sesuai dengan distro yang anda gunakan.

Demikian tulisan kali ini mengenai Kernel, semoga bermanfaat.

logoblog
Selanjutnya

Cara Mudah Mengubah Logo Booting di Linux (Debian)

6/11/2020

Anda tentu selalu menemui logo distro linux yang anda gunakan pada saat booting. Logo distro ini sudah didesain agar terlihat menarik pada saat proses booting maupun shutdown. Namun, bila anda ingin merubahnya, anda bisa kok melakukannya.

Anda bisa melakukan otak-atik kode booting linux sesuai dengan distro yang anda gunakan. Sebab linux yang bersifat opensource ini memberikan keleluasaan bagi anda yang ingin melakukan customisasi, pada banyak hal. Dengan catatan anda mengerti bagaimana caranya dan dimana posisinya.

Cara Merubah Logo Booting Linux

Langsung saja untuk mengubah logo booting linux debian dan turunannya anda bisa mengubahnya dengan logo buatan anda sendiri. Pada turunan debian termasuk ubuntu, pepermint, linux mint dan lainnya anda bisa menggunakan logo dengan format file .png. Kemudian anda tinggal mengikuti langkah berikut:

1. Siapkan logo anda sendiri dengan misalkan namanya logo.png
2. Silahkan akses folder /usr/share/plymouth/themes/ sebagai root
3. Temukan folder distro anda misalnya: ubuntu, mint, atau peppermint akses folder tersebut masih sebagai root
4. Temukan file logo.png didalam folder tersebut kemudian rename misalkan menjadi logo1.png 
5. Pindahkan file logo.png yang sudah anda persiapkan kedalam folder tersebut

Sampai langkah ke lima semoga anda paham, intinya file logo anda dipindah kedalam folder yang dimaksud sehingga logo anda bisa dibaca melalui path:
/usr/share/plymouth/themes/..nama distro../logo.png

Silahkan reboot komputer anda, maka logo anda sudah tampil saat proses shutdown dan booting. Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat.
Cara merubah Logo Booting Linux

logoblog
Selanjutnya

Cara Ampuh Mengatasi Kesalahan NPM (NodeJS) Segmentation Fault

5/31/2020

NPM merupakan package manager dari nodejs yang sering sekali diperbarui. Oleh sebab itu maka jangan heran apabila ada paket terbaru dari git meminta syarat agar digunakan dengan NPM dengan versi yang baru. Mau tidak mau maka anda sebaiknya melakukan update NPM. Anda bisa memilih melakukan update NPM  ke versi yang diklaim lebih stabil atau ke yang paling baru.

Perintah di linux untuk melakukan update NPM melalui terminal adalah seperti berikut:
sudo npm cache clean -f
sudo npm install -g n
sudo n stable

# Bila anda ingin update ke yang paling baru tetapi belum teruji kestabilannya anda bisa mengganti 
# perintah baris terakhir diatas dengan:

sudo n latest

Setelah melakukan update anda bisa melakukan check keberhasilan anda dengan perintah:
npm -v

Bila berhasil maka versi terbaru npm atau terstabil yang baru anda install akan tampil, contohnya seperti berikut:
mengatasi segmentation fault


Update NPM terkadang bukannya menyelesaikan masalah, Tetapi terkadang malah menimbulkan masalah. Salah satu masalah yang sering timbul adalah Segmentation Fault. Jadi setelah anda melakukan update kemudian anda cek yang tampil bukan versi dari npm anda tetapi pesan "Segmentation Fault"
mengatasi segmentation fault
Kalau sudah begini, perintah apa pun yang ada hubungannya dengan npm akan menampilkan segmentation fault. Untuk mengatasi hal ini maka anda bisa melakukan uninstall NodeJS beserta NPM kemudian diinstall lagi.

Perintah untuk uninstall NodeJS beserta NPM
sudo apt-get remove --purge npm
sudo apt-get remove --purge nodejs
sudo apt-get remove --purge node

Kemudian anda bisa menginstall NodeJS terbaru beserta NPMnya.
Bagaimana? sudah berhasil?

Cara Ampuh Mengatasi Segmentation Fault

Sebagian orang berhasil menyelesaikan masalah Segmentation Fault dengan cara diatas. Tetapi ternyata tidak bagi sebagian yang lain. Saya termasuk salah satu yang gagal menggunakan cara uninstall - install seperti diatas. Segmentation Fault masih saja muncul dan perintah npm tidak dapat digunakan hingga akhirnya setelah berkali-kali mencoba. Maka saya berhasil dengan menggunakan cara berikut:

Silahkan anda masuk ke lokasi /usr/local/bin caranya dengan perintah berikut di terminal:
cd /usr/local/bin

kemudian lihat isi direktori tersebut, anda bisa menggunakan perintah dir atau ls
mengatasi segmentation fault

Didalam direktori tersebut bila terlihat ada file node dan n. 
Silahkan gunakan saja n dengan mengetik:
n (kemudian tekan enter) maka akan tampil:
mengatasi segmentation fault
Ternyata ini sumber masalah dari segmentation fault. Yaitu ada dua node yang masih bertengger didalam sistem. Node versi lama dan Node versi baru, dan versi baru belum sempurna dijalankan. Anda dapat memilih salah satu versi node tersebut dengan tombol arah atas bawah kemudian tekan enter untuk melakukan proses installasi. Bila muncul permission denied abaikan saja.
mengatasi segmentation fault

Bila sudah selesai cek kembali, dengan perintah:
npm -v

Bila dengan pilihan anda masih tampil pesan "segmentation fault" maka saya sarankan anda ulangi perintah n diatas kemudian pilih versi satunya agar node anda bisa dijalankan kembali. Bila anda sudah dapat menggunakan Node lagi anda dapat menghapus node yang tidak anda gunakan dengan masuk perintah n lagi kemudian tekan d untuk delete.

logoblog
Selanjutnya