Bioritmik sampai Mac vs Windows

22 Juli 2012


Alhamdulillah setelah bioritmik menunjukkan penurunan ketiga faktor dalam tubuh saya sekarang mulai berangsur-angsur naik. Sebetulnya percaya ndak percaya pada bioritmik yang ditunjukkan oleh sofware paket server yaitu Xampp, grafik yang ditunjukkan pas ketiga faktor yang ada menunjukkan penurunan dan ternyata saya benar-benar KO! pada hari itu dan statistik menunjukkan pada posisi terbawah. 

Setelah tarawih seperti jadwal biasanya langsung pencet remote TV nonton acara Mario Teguh. Pelajaran yang saya petik pada acara kali ini adalah kebahagiaan itu adalah pilihan yang kita putuskan. Bila pada saat kita sedih namun kita memilih bahagia maka disitulah kita menjadi bahagia, Karena kita berserah diri kepada Alloh. Bila kita berserah diri menjadi milik Alloh maka semua karunia Alloh akan diberikan kepada kita bagaikan anak yang menikmati apa yang dimiliki orang tuanya. Satu Lagi yaitu dari dulu saya berpikir mengenai apa yang disebut orang kuat menghadapi ujian atau tidak itu saya belum mengerti kuat dalam bidang apanya. Ternyata kali ini saya tahu maksud kuat itu adalah tetap kuat untuk menjadi baik apapun keadaannya. Bila kita selalu berusaha untuk menampilkan yang terbaik walaupun kita sedang down sedang bersedih ataupun galau maka kita akan menjadi kekasih Tuhan, InsyaAlloh seperti itu.

Tadi pagi ada acara rivals di TV yang mengupas sepak terjang Bill Gates dengan Steve Jobs yang ternyata keduanya memiliki pemikiran dan Karya di dunia ini yang  telah diakui berpengaruh. Ternyata usut punya usut mereka itu adalah sahabat karib dimana Steve Jobs membangun Mac dengan tampilan GUI yang bagus terlebih dahulu dan kemudian ditunjukkan kepada Bill Gates. Namun setahun kemudian Bill Gates juga membuat hal yang demikian dengan Microsoftnya. Sejak itulah Steve Jobs merasa geram tehadap Bill Gates yang akhirnya mereka berseteru dengan waktu yang lama. Perseteruan itu menurut Onno W Purbo sebenarnya ada pada jalur yang berbeda. Bill Gates membuat produk yang user friendly yang banyak peminatnya bagaikan musik dangdut dan Steve Jobs membuat produk yang elegan bagaikan musik Jazz yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu. Jadi pangsa pasar mereka berbeda. Namun, pada akhirnya setelah Apple membuat Ipod dan seterusnya maka perseteruan pun mereda dan sebelum Jobs meninggal Gates pernah bertandang dan berbicara banyak tentang masa lalu mereka. Yang sampailah pembicaraan mereka pada kesimpulan bahwa rivalitas mereka pada hal yang positif sehingga membuat mereka saling berusaha untuk mampu memaksimalkan potensi yang ada pada diri mereka. Hal ini wajib kita tiru.

Tidak ada komentar: