Pembelaan

19 Februari 2012

Pada suatu saat kita sering dihadapkan pada perkara yang pelik, bagaikan makan buah simalakama. Disaat yang genting kita harus segera membuat keputusan. Yang benar tetapi tidak baik tidak boleh kita lakukan, demikian juga baik tetapi tidak benar seharusnya juga kita hindari. Contohnya kita ditanya seperti ini "Anak siapa yang mau anda nikahi?" kita jawab anak orang. Itu contoh yang benar tetapi tidak baik. 

Yang tidak benar tetapi baik menurut orang adalah seperti membela kelompok kita yang sebenarnya mencuri, tetapi kita bilang bahwa bukanlah kelompok kita yang mencuri padahal kita hanya ingin melindungi. Sering kita melindungi karena yang melakukan kesalahan adalah teman, saudara, kerabat atau orang yang pernah baik kepada kita. Namun, bagaimana dengan orang yang benar tetapi tidak punya teman yang dapat membantunya.

Kalau pada jaman Rasullullah dulu, Rosullullah sendiri menyatakan bahwa akan memotong tangan anaknya sendiri bila ketahuan mencuri. Bagaimana dengan bangsa Indonesia sekarang? bahkan melindungi orang yang benar-benar korup, tetapi mungkin pernah membantu kita sehingga kita membela mati-matian orang tersebut. Semoga kita ingat bahwa orang yang melakukan termasuk dosa besar adalah saksi palsu.

Wallahu a'lam 

Tidak ada komentar: