Memilih Game Engine Untuk Android

24 Desember 2014

Bulan-bulan ini saya sedang bersemangat untuk membuat game. Pemicunya karena berhasil mengotak-atik kode di Greenfoot, dan berhasil membuat scenario yang telah saya upload. Terlebih setelah saya mengikuti pelatihan greenfoot di ITS. Saya baru mengetahui kalau Greenfoot dapat di kompile menjadi .apk. Artinya Greenfoot dapat digunakan untuk membuat game yang mampu berjalan di Android. Dengan bantuan Droidfoot maka Greenfoot bisa dibuat .apk.
 
Masalahnya sekarang, setelah greenfoot dapat dijalankan di Android ternyata hasil apk yang dibuat kurang memuaskan bagi saya. Ada sesuatu yang mengganggu di game yang dihasilkan, sehingga game terlihat kurang professional. Jadi saya berfikir untuk menggunakan cara lain yaitu menggunakan engine game yang lain. Kebetulan saya menyukai pemrograman javascript dan HTML5. Jadi timbul IDE untuk membuat game dengan engine yang mempunyai base pemrograman javascript dan HTML5. Saya menganalogikan asalkan game dapat berjalan dengan javascript dan HTML5 maka bisa di deploy ke sembarang OS dengan menggunakan Phonegap atau Apache Cordova.
 
Ternyata tidak demikian yang terjadi di lapangan, game bukanlah aplikasi biasa. Game membutuhkan kecepatan yang tidak boleh ditawar. Jika lambat maka game tidak lagi menarik. Sedangkan Aplikasi sebenarnya juga demikian, namun aplikasi biasanya melakukan proses bila sudah ada trigger dari pengguna. Dengan angularJS dan phonegap saya merasa aplikasi JavaScript dengan HTML5 sudah mumpuni. Tapi lain halnya dengan game. Ketika game dengan framework tertentu dikompile menjadi .apk menggunakan phonegap. Jeda waktunya terasa mengganggu. Ternyata setelah browsingpun banyak developer yang menganjurkan untuk tidak menggunakan phonegap untuk mengkompile game. Pertanyaan yang kemudian timbul dibenak saya adalah "Lha trus menggunakan apa ya? framework dan tool untuk mengompile game untuk dijadikan .apk?"
 
Setelah browsing sana, sini ternyata baru kemarin saya menentukan pilihan. Dari beberapa kandidat framework ternyata basenya berbeda dan masuk akal sehingga tidak menggunakan phonegap atau cordova. Kandidat dari pilihan saya ada tiga dan tentunya seperti biasa saya memilih yang gratis, antara lain:
  • AndEngine, engine game ini bisa langsung digunakan di Eclipse karena base code nya adalah java. Jadi tentu saja masuk akal hasil .apk mempunyai kecepatan yang baik di Android.
 

  • Citrus, engine game ini mempunyai base flash. Sebagaimana yang kita tahu flash dimiliki oleh adobe. Dan adobe mempunyai adobe air yang mampu berjalan di sembarang OS (Operating System). Jadi masuk akal hasil .apk nya mumpuni di Android.
     
     
  • Cocos2d-x atau ada juga yang Cocos2d-js, engine game ini sebenarnya mempunyai base C++ sedangkan C/C++ sudah terkenal dengan kemampuannya di dunia game dan lainnya. Jadi sudah tidak perlu diragukan lagi. Tetapi ada versi -js yaitu versi yang boleh menggunakan javascript untuk menulis kode program. Nanti setelah game selesai ditulis menggunakan javascript dan akan dikompile ke .apk. Cocos akan menyertakan basecode agar game dapat berjalan seperti aplikasi native di Android. Masuk akal juga bila kecepatannya bagus di Android dan OS lainnya. Karena menggunakan base code C++ maka cocos memerlukan NDK Android untuk mengkompile game menjadi apk.
 

Dari ketiga pilihan diatas sedang saya coba, mana yang sesuai bagi saya. Dan untuk anda yang ingin belajar game dan ingin submit ke playstore silahkan pilih boleh menggunakan salah satu dari kandidat yang saya pilih. Saya juga sudah mendownload masing-masing kandidat engine dan sedang dalam tahap proses percobaan untuk menentukan yang paling sesuai untuk saya.

Tidak ada komentar: